Makalah Agama di Tengah Modernitas

Agama di Tengah Modernitas

Makalah Agama di Tengah Modernitas

Maksud dari bahasan kami tentang “agama di era modernitas” kali ini adalah bagaimana agama menjadi pedoman hidup manusia di era modern ini. Dalam agama telah diatur dalam kitab suci bagaimana manusia hidup untuk menjalankan kewajiban – kewajiban yang telah diwajibkan sebelumnya maupun larangan –larangan harus dihindari ataupun dijauhi.

Modernisasi seluruh isi dunia memanglah tidak bisa kita hindarkan. Seiring berkembangnya zaman, semua hal hampir dipastikan berubah. Tak terkecuali agama. Dewasa ini perkembangan manusia semakin hari semakin lupa akan agama yang dianutnya. Manusia di era modern sekarang ini lebih sering disibukkan dengan urusan pribadi ataupun urusan dunia yang membuat mereka semakin lupa dengan kewajiban yang diperintahkan oleh agamanya. Bahkan mungkin sekarang ini mereka menempatkan agama hanya sebagai status sosial saja bukan menjadi penuntun hidup.

Peradaban modern sering dipandang sebagai peradaban barat. Manusia dari berbagai penjuru memandang peradaban barat dengan penuh kekaguman dan berusaha untuk menirukannya. Bahkan peradaban tersebut dijadikan standar dan parameter kemajuan manusia. Contoh paling mudah adalah dalam hal cara berpakaian. Pada masa sekarang ini tidak perduli agama apa yang dianutnya, karena tak sedikit yang menjadikan trend barat menjadi patokan gaya pakainnya. Ini menjadi masalah ketika agama Islam adalah salah satu agama yang memiliki umat paling banyak di dunia, tetapi malah sebagian besar dari umatnya yang tidak memperdulikan larangan dan tata cara berpakaian dalam islam.

Modernisasi atau pembaharuan yang kami inginkan sekarang ini ialah pembaharuan yang bersifat memperbaiki, dari yang semula sudah baik atau mungkin kurang baik, di baharui menjadi semakin baik lagi. Kami akan sedikit mengulas tentang peranan agama di tengah modernitas zaman ini. Apakah agama di tengah modernitas zaman ini diperlukan untuk menata kehidupan umat manusia agar umat manusia yang merangkul agama dengan baik dan benar dapat berjalan selaras dengan perkembangan teknologi di era modern ini. Ataukah justru malah agama di pinggirkan dan kita sebagai umat manusia berjalan menyusuri era modernitas dengan telanjang tanpa busana karena tidak memiliki agama sebagai panutan dan patokan dalam melakukan segala sesuatu.
Pembaruan pemikiran Islam

Pokok-pokok pembaruan pemikiran Islam yang akan kita bahas kali ini ada suatu hal. Di tengah situasi zaman yang semakin modern dan semakin menyeluruh atau biasa disebut dengan globalisasi, kita tidak cukup hanya bergantung pada pemikiran-pemikiran agama lama yang mungkin kurang sesuai dengan perkembangan dunia masa kini. Pemikiran-pemikiran agama yang dikemukakan oleh pemuka agama pada zaman dahulu mungkin telah berhasil menyelesaikan sejumlah masalah di masa mereka, tapi jika diterapkan pada zaman modernitas ini mungkin kurang atau tidak berlaku lagi, karena perkembangan zaman itu sendiri.

Tujuan diadakan pembaruan pemikiran Islam terdapat beberapa hal, yaitu :

1. Membuat umat Islam kepada kemajuan, merupakan tujuan yang paling utama dalam pelaksanaan pembaruan pemikiran Islam. Dengan adanya pembaruan, pemikiran umat muslim diharapkan bisa tambah intelektual dan rasional, sehingga dapat mengikuti perkembangan zaman dan tentu saja pemahaman tentang Agama Islam akan menjadi lebih kuat.

2. Kesadaran menjadikan Al-Qur’an dan Hadist sebagai sumber pedoman, panutan, dan arah menjadi lebih tinggi. Setiap pemikiran tentang pembaruan pemikiran Islam tersebut akan tetap menjadikan Al-Qur’an dan Hadist sebagai jalan pikir mereka.

Relevansi bagi pembangunan

Istilah ‘ushuliyah’ (fundamentalisme) dengan makna yang populer dalam dunia media massa tersebut, adalah berasal dari Barat, dan berisikan perngertian dengan tipologi Barat pula. Sementara, istilah ‘ushuliyah’ dalam bahasa Arab dan dalam wacana pemikiran Islam, mempunyai pengertian-pengertian lain yang berbeda dengan apa yang dipahami oleh wacana pemikiran Barat yang saat ini dipergunakan oleh banyak orang.

Fundamentalisme merupakan paham dimana orang yang memiliki paham tersebut akan berusaha untuk memperjuangkan atau menerapkan apa yang dianggapnya mendasar, mereka akan menjaga kemurnian dari ajaran-ajaran dan tata cara pelaksanaan yang telah diajarkan oleh pemuka mereka. Paham ini beranggapan bahwa doktrin atau ajaran-ajaran mereka merupakan satu-satunya cara dalam menyelamatkan manusia dari kehancuran, sehingga mereka akan terus memperjuangkan dan menjaga doktrin atau ajaran mereka. Bila dilihat dari perkembangan zaman sekarang, kami rasa hal itu tidak sesuai. Karena bila kita tetap menggunakan ajaran agama secara mendasar yang telah diajarkan pada zaman dahulu, maka akan sulit agama tersebut berkembang. Bukan hanaya itu, bahkan mungkin pengikutnya juga terisolasi dalam lingkungan masyarakat.

Dalam modernisasi agama ini, kaum intelektual Rabbani sangat berperan bagi perkembangan agama di Indonesia. Mereka lah orang – orang terpelajar yang memikirkan, menganalisis setiap kehidupan yang terjadi dalam masyarakat. Bukan hanya kehidupan sosial, mereka pun juga mengamati kehidupan alam yang ada di Indonesia. Mereka ini juga sudah di jelaskan dalam Al – Qur’an bahwasanya akan ada orang – orang yang memiliki semangat ketuhanan ataupun semangat yang mewarisi intisari dari perjuangan para nabi dan rasul pada masa lalu. Seiring dengan itu semangat kebangkitan Islam di belahan dunia timur ditandai dengan tampilnya Islam sebagai ideologi peradaban dunia dan kekuatan altenatif bagi perkembangan perabadan dunia. Bagi Barat, kebangkitan Islam ini menjadi masalah yang serius karena itu berarti kekaisaran mereka terancam. Apa yang di proyeksikan sebagai konflik antar peradaban lahir dari perasaan Barat yang subyektif terhadap Islam sebagai kekuatan peradaban dunia yang sedang bangkit kembali sehingga mengancam dominasi peradaban Barat. Di Indonesia sendiri memiliki banyak sekali kekuatan Islam yang tersebar di seluruh Indonesia. Mereka adalah para santri yang mulai masuk ke jajaran birokrasi dan pemerintahan di Indonesia. Tak kalah dengan kaum lainnya, mereka pasti juga ikut menyumbangkan pemikiran – pemikiran yang jelas berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah.

Dari penjelasan singkat kami diatas, salah satu yang dibutuhkan untuk mendampingi agama di tengah modernitas adalah sumber daya manusia yang tinggi serta pendidikan agama yang baik pula. Dengan adanya sumber daya manusia yang tinggi, maka kita dapat percaya diri ikut arus dalam mengikuti perkembangan di era modern ini. Tentu bukan hanya sekedar ikut arus, namun juga kita harus menggunakan tameng agama agar kita dapat memilah – milah mana yang baik dan mana yang buruk sesuai dengan agama yang kita anut. Ancaman diluar sana begitu nyata, kita harus memiliki kekuatan agama yang cukup kental. Kita harus memiliki keyakinan dan tentu saja kemauan untuk tidak terpengaruh kedalam dampak buruk era modernisasi.

Marilah kita umat beragama bersama-sama bangun Islam dimata dunia, bangkitkan Islam seperti dulu lagi yang menguasai ilmu teknologi dan pengetahuan sehingga kita bisa mengendalikan modernitas yang dikendalikan oleh bangsa barat. Dan ketika menuntut ilmu janganlah kita mengesampingkan kehidupan beragama, tetapkanlah agama kalian didalam urat nadi, darah dan nafas kalian sehingga ilmu kalian bermanfaat dan agama akan menjadi penuntun jalan sehingga menjadikan ilmu itu akan jauh berkembang.

Dan kita harus bisa menjauhi doktrin dunia barat yang ingin menjadikan kita islam yang modernitas tetapi telah jauh dari syariat Al-Qur’an dan Hadist. Di tengah zaman modernitas ini juga umat muslim mudah digoyahkan atau terprovokasi sehingga antarumat mudah diadu domba sehingga dunia barat mempermainkan permainan mereka untuk menghancurkan umat Islam, inilah yang sangat berbahaya dizaman globalisasi yang serba canggih ini, berhati-hatilah kita memilih budaya karena dapat memperngaruhi keimanan kita dan pemikiran-pemikiran kita tentang agama kita sendiri.

Penting!
Makalah ini adalah buatan saya dan kelompok saya, mungkin masih banyak kesalahan di dalam pembuatan makalah tersebut. Karena segala kekurangan kami. Maka dari itu, mohon jangan menjadikan makalah diatas sebagai sumber rujukan Anda. Terima kasih :)
Previous
Next Post »

Komentar Facebook